![]() |
| Photo by Markus Spiske on Unsplash |
Aku terkejut ketika melihat adik sepupuku yang
terburu-buru memasuki garasi sembari membawa sepeda.
"Darimana?" tanyaku.
"Tukang cukur, bang" jawabnya.
“Jangan lupa cuci tangan terus mandi, pandemi gini harus selalu bersih” ujarku.
“Oke, bang”
jawabnya sembari memarkirkan sepeda.
Aku mengenali sepeda yang dia gunakan, sepeda
lipat berwarna putih biru yang standarnya sudah hilang entah kemana.
"Sepeda bekas abang
ya?" tanyaku.
"Iya, Nggak dipakai lagi kan, bang?"
ujarnya.
"Nggak, toh sudah jadi milikmu
juga," jawabku.
Tiba-tiba, terlintas kenangan saat diriku
masih kecil. Aku ingat pertama kali membeli sepeda lipat itu menggunakan uang
tabunganku yang sudah terkumpul selama enam bulan lebih.
Dulu, aku sering terjatuh saat berlatih
mengendarai sepeda itu. Namun, perlahan aku mampu mengendarai sepedaku dengan
lancar. Bekas luka di sikut kananku menjadi saksi perjuanganku dalam
mengendarai sepeda lipat itu.
Dulu, aku sering mengendarai sepeda itu
bersama kedua saudara sepupuku mengelilingi komplek dekat rumah. Terkadang,
kami mengajak anak-anak yang ada di komplek tersebut untuk mengendarai sepeda
bersama-sama.
Dulu, aku pernah kehilangan standar sepedaku saat
mengendarai sepeda bersama kedua sepupuku. Ketika sampai di rumah, aku
menyadari kalau sepedaku sudah tidak memiliki standar. Aku hanya bisa tertawa
bersama kedua sepupuku menertawakan hilangnya standar sepedaku.
Suka dan duka kulewati bersama sepeda lipatku.
Namun, kenangan hanyalah kenangan. Aku hanya bisa berharap sepeda lipat yang
sudah kuberikan ke adik sepupuku ini mampu membawa senyum dan tawa untuknya.
Oleh: Muhammad Raja Abdurrahman, Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta

bagus tulisannya!
BalasHapusKenangan akan tetap ada di hati walau barangnya udh gk ada sama kita.
BalasHapus👍
BalasHapusKenangan bgt
BalasHapusbagusss
BalasHapustulisannya baguuss!
BalasHapusBagus tulisannya
BalasHapuspenuh kenangan banget tulisannya
BalasHapusnostalgic
BalasHapusBener, kenangan bakal terus diingat meskipun sudah bertahun lalu terjadinyaa
BalasHapusmemories never end!
BalasHapuskenangan emang ga bakal bisa buat dilupain
BalasHapusKeren
BalasHapusnostalgia bgttt
BalasHapus